Leica Leitz Phone 1, Awalnya Hanya Memproduksi Kamera Kini Memproduksi Smartphone

 Leica

Bali, Radartechno - Leica adalah perusahaan asal Jerman yang memproduksi kamera, yang didirikan oleh Ernst Leitz senior. Mungkin agak jarang terdengar di Indonesia, saya pun baru kali ini mendengar merek ini. Hal yang membuat saya tertarik akan merek ini adalah produksi smartphone pertamanya. Ini sedikit di luar dugaan menurut saya, yang dimana awalnya merek ini memproduksi kamera dan sekarang memiliki smartphone-nya sendiri. Tidak hanya itu, smartphone yang dibuat menggunakan processor Snapdragon 888, menurut saya ini akan menjadi smartphone yang cukup menjanjikan jika dilihat mendapat dukungan processor yang cukup bagus performanya. Smartphone ini memiliki nama Leica Leitz Phone 1, gadget ini akan menjadi ekslusif untuk Softbank di Jepang pada bulan Juli, berikut spesifikasinya :

  • Chipset : Snapdragon 888
  • RAM : 12GB LPDDR 5
  • Penyimpanan : 256GB UFS 3.1, dan dapat ditambah dengan microSD
  • Layar : 6.67-inci WUXGA + IGZO OLED, refresh rate 240Hz, 10-bit
  • Kamera Utama : 20MP 1-inci f/1.9 dengan EIS, lensa 7P, dan Leica optics, sensor TOF
  • Kamera Depan : 12.6MP f/2.2 
  • Teknologi : 4G/5G
  • Fitur : Wifi, Bluetooth 5.1, NFC, fingerprint
  • Baterai : 5000mAh
  • Sistem operasi : Android 11
  • Sertifikasi tahan air : IPX5/8

Sebenarnya Leitz Phone 1 adalah Sharp Aquos R6 yang telah diperbarui. Kedua smartphone tersebut memiliki spesifikasi yang sama, dengan kamera utama 20MP 1inci, menggunakan processor Snapdragon 888, lalu layar IGZO quad-curved 6.67 inci, dan baterai 5000mAh. Bedanya adalah Leitz Phone 1 mendapatkan penyimpanan internal dua kali lipat yaitu 256GB dan dapat ditambahkan microSD juga, desain yang berbeda, dan UI yang unik.

kamera

Leitz Phone 1 memiliki bahasa desain yang sama dengan kebanyakan kamera Leica. Termasuk Leica Red Dot yang ikonik dan tutup lensa melingkar magnetik yang dibalut dengan perak Leica klasik. Panel belakang terbuat dari kacca dan dibalut warna hitam matte, sangat cocok dengan bodi logam perak Leica. Untuk melindunginya, Leitz Phone 1 hadir dengan hard-case yang juga memiliki Leica Red Dot.

Jujur saja, ini menurut saya, saya kurang suka dengan desain kamera yang dimiliki gadget ini. Sangat besar di bagian belakangnya seperti tidak mengikut mode desain kamera jaman sekarang. Mungkin saja desain seperti ini digunaka karena perusahaan tersebut awalnya perusahaan kamera, maka dari itu menyerupai lensa kamera pada umumnya.

Desain

Hal unik yang dimiliki smartphone Leitz Phone 1 adalah sebagian besar dari UI nya adalah monokrom yang didasarkan pada Android 11. Meskipun terlihat seperti UI Android biasa, aplikasi kamera memiliki mode "Leitz Looks" untuk mengambil foto monokrom.

Leica membuat Leitz Phone 1 eksklusif untuk Jepang seharga 187.920 Yen atau Rp. 24.5 juta. Itu harga yang cukup lumayan untuk smartphone yang secara harfiah merupakan smartphone yang memiliki model dan teknologi sama atau bisa dikatakan rebadge. Masih belum ada konfirmasi apakah Leica akan memasarkan Leitz Phone 1 ke negara-negara lain seperti di Indonesia, meskipun pre-order sudah dapat dilakukan di Jepang dimulai pada 18 Juni.

Post a Comment for "Leica Leitz Phone 1, Awalnya Hanya Memproduksi Kamera Kini Memproduksi Smartphone"