Waspada Ancaman Tiga Malware Baru Menyerang Pengguna Ponsel di Indonesia

Hacker
Credit: Photo by Arget on Unsplash

Bali, Radartechno - Baru-baru ini laporan terbaru 2021 Consumer Security Mindset: Mobile Edition dari perusahaan McAfee menginformasikan bahwa lebih dari sepertiga pengguna smartphone di Indonesia tidak menerapkan protokol keamanan apapun pada perangkat mereka.

"Misalnya menggunakan software keamanan atau perlindungan data, sehingga mereka memiliki risiko tinggi terlebih dengan munculnya keamanan baru seperti aplikasi palsu, Trojan, dan pesan singkat yang bertujuan untuk menipu," tulis McAfee, Selasa (29/6)

Sebelum lebih jauh lagi, McAfee adalah perusahaan perangkat lunak antivirus dan keamanan komputer yang berpusat di Santa Clara, California. Beberapa produknya adalah McAfee VirusScan, McAfee Spam Killer, IntruShield, Entercept, dan Foundstone.

Dan juga melalui Laporan "Mobile Threat Report 2021" yang di mana telah ditemukannya tiga tren ancaman mobile baru, yaitu malware terkait COVID-19, malware tagihan layanan aplikasi palsu, dan trojan yang mengincar data perbankan.

"Adanya fakta dari 57 persen pengguna perangkat mobile di Indonesia mengatakan bahwa mereka tidak ingin tahu akan keamanan perangkat mobile mereka dan hanya 38 persen responden yang mengerti informasi apa saja yang disimpan di perangkat mobile mereka", ucap dari McAfee.

Dengan adanya fakta tersebut maka harus lebih berhati-hati lagi dalam menginstall suatu aplikasi karena kalian tidak tahu kapan Hacker akan menyerang ponsel anda. Apalagi dengan efek pandemi ini yang lebih banyak menghabiskan di rumah maka akan semakin ketergantungan dengan smartphone, lalu layanan aplikasi mobile yang mendukung aktivitas sehari-hari dan semakin berisiko terpapar ancaman siber di dunia digital.

Malware Terkait COVID-19

Berdasarkan temuan McAfee Covid-19 Dashboard, lebih dari 90 persen malware yang terkait pandemi berbentuk Trojan. 

Akhir-akhir ini, khususnya di India, mulai marak kasus penipuan lewat pesan SMS dan WhatsApp yang meminta korbannya mengunduh aplikasi pendaftaran vaksinasi palsu, dan setelah diunduh, malware ini menyebarkan diri ke seluruh data kontak lewat SMS atau WhatsApp.

Malware Tagihan Layanan Aplikasi Palsu

McAfee juga menemukan malware baru yang bernama Etinu. Banyak dijumpai di wilayah Asia dan Timur Tengah, Etinu menyebar via Google Play, sempat mencapai 700 ribu unduhan hingga akhirnya terdeteksi dan dihapus.

Apabila korban mengunduh aplikasi yang membawa malware ini, maka ia bisa secara otomatis mencuri pesan SMS atau notifikasi, kemudian melakukan pembelian dan mendaftar ke layanan berbayar atau berlengganan yang akan ditagihkan ke rekening pengguna.

Trojan Yang Mengincar Data Perbankan

McAfee Mobile Security mendeteksi adanya peningkatan aktivitas Trojan yang mengincar data perbankan sebesar 141 persen antara Q3 dan Q4 2020. Banyak Trojan ini didistribusikan via mekanisme SMS phising untuk menghindari deteksi oleh Google. McAfee menemukan trojan bernama BRATA (Brazilian Remote Access Tool Android), yang berkali-kali berhasil masuk ke Google Play Store, dan menipu para pengguna untuk mengunduhnya.

Seperti yang ada pada laporan McAfee, para pelaku kejahatan siber melakukan ini akibat adanya dorongan penggunaan perangkat mobile yang meningkat pada masa pandemi, kini mereka memanfaatkannya melalui informasi seputar vaksinasi COVID-19 dan kekhawatiran masyarakat, dengan menggunakan aplikasi palsu, pesan teks atau SMS, dan tautan serta undangan palsu di sosial media.

Peneliti McAfee Advanced Threat menemukan fakta bahwa hacker kini telah menyembunyikan malware dan tautan ke situs berbahaya dalam pesan singkat yang berisi jadwal atau formulir pendaftaran vaksinasi palsu. Selain berpotensi memasukkan malware ke dalam perangkat korban, tautan berbahaya itu juga bisa memberikan akses kendali penuh terhadap perangkat korban, dan tujuan akhirnya adalah mendapatkan data pribadi pengguna untuk memanfaatkan data tersebut untuk menjenbol rekening atau penipuan perbankan.

Menurut riset yang dilakukan McAfee dengan MSI International, bahwa usaha penipuan telah dilakukan sejak November tahun lalu. Selain penipuan vaksin, McAfee juga menemukan usaha penipuan melalui layanan aplikasi sistem tagihan rutin.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat di ambil dari masalah tersebut adalah pandai-pandailah dalam memanfaatkan atau menggunakan teknologi. Jangan mudah tergiur dengan pesan SMS yang kalian dapatkan dan jangan mencoba menekan tautan atau link yang menurut kalian mencurigakan karna itu bisa saja salah satu tindak kejahatan. Terutama untuk orang-orang yang masih awam tentang teknologi. Karena jujur saja saya sering mendapatkan pesan SMS dari salah satu nomor yang mengatakan bahwa saya dapat hadiah dan lebih baik kalian hindari hal-hal tersebut.

Lalu mungkin saja kalian dapat memilik dua atau lebih email untuk digunakan secara kegunaannya, misalnya satu untuk urusan kantor, lalu satunya lagi untuk pribadi atau untuk email main game. Hal ini mungkin dapat menghindari dari ketidaksengajaan kalian saat menekan salah satu tautan.

Post a Comment for "Waspada Ancaman Tiga Malware Baru Menyerang Pengguna Ponsel di Indonesia"